Aceh Besar, 2025 — Suasana penuh semangat dan kebersamaan menyelimuti kompleks Madrasah Ulumul Qur’an (MUQ) Pagar Air saat Musabaqah Akhir Sanah (MUQAS) ke-IX resmi dimulai. Dengan mengusung tema “Dari Penaklukan Menuju Pencerahan: Al-Qur’an Sebagai Cahaya Kehidupan”, agenda tahunan ini kembali menjadi ruang penting untuk menumbuhkan prestasi, mempererat ukhuwah, sekaligus menanamkan nilai-nilai Qur’ani bagi para pelajar.
Tahun ini, MUQAS IX menghadirkan beragam cabang perlombaan yang diikuti peserta dari berbagai jenjang—mulai dari Sekolah Dasar (SD), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA). Tidak hanya diikuti santri internal, peserta dari luar madrasah pun turut meramaikan kompetisi, menjadikan suasana semakin semarak dan kompetitif.
Rangkaian lomba meliputi tahfiz Al-Qur’an, Fahmil Qur’an, pidato, hingga kaligrafi. Cabang olahraga seperti tenis meja, karate, dan panahan juga tak ketinggalan memeriahkan arena. Lebih dari sekadar ajang adu kemampuan, seluruh kegiatan ini menjadi sarana menumbuhkan sportivitas, kebersamaan, dan karakter Islami di antara para peserta.
Selain perlombaan, pengunjung disuguhkan aneka penampilan seni budaya Islami, mulai dari rapai geleng, paduan suara, tarian saman, hingga didong. Pertunjukan-pertunjukan ini menambah warna sekaligus menghadirkan kekayaan budaya Aceh yang sarat pesan moral.
Kemeriahan semakin lengkap dengan hadirnya bazar kuliner dan minuman khas yang menjadi magnet bagi para pengunjung. Bazar ini menjadi ruang jeda bagi peserta dan tamu untuk menikmati suasana santai di tengah hiruk-pikuk perlombaan.
Dalam sambutannya, Kepala MUQ Pagar Air menegaskan bahwa MUQAS bukan sekadar kompetisi, tetapi wadah pembentukan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak mulia, dan mampu bersaing di era global. Tema “Dari Penaklukan Menuju Pencerahan” dipilih sebagai pengingat agar umat Islam terus meneladani semangat perjuangan menuju kejayaan dengan berpegang pada ilmu dan Al-Qur’an.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai Qur’ani, MUQAS IX diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh peserta untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan sumber cahaya dalam melangkah menuju masa depan yang lebih cerah.(Nasywa Shalihah dan Nafisa Hanun Zahira)